Jumat, 06 April 2012

MEMBERI DARI MILIK SIAPA?


PERNAHKAH ANDA MENDENGAR ISTILAH INI:
“KITA HARUS MEMBAYAR PERPULUHAN”

ATAU ANDA JUGA PERNAH MENDENGAR ISTIAH INI:
“KITA HARUS MENGEMBALIKAN PERPULUHAN”

MENURUT ANDA, DIMANA PERBEDAANNYA?
MARI SAYA TUNJUKKAN PERBEDAANNYA:

JIKA ANDA MEMBAYAR PERPULUHAN, BERARTI ANDA MEMBERI KEPADA TUHAN DARI APA YANG ANDA MILIKI,NAMUN SADARKAH ANDA BAHWA KEKAYAAN ANDA ADALAH BERASAL DARI TUHAN DAN MERUPAKAN MILIK TUHAN?

JIKA ANDA MENGEMBAIKAN PERPULUHAN, BERARTI ANDA MEMBERI DARI YANG TUHAN MILIKI DAN ANDA MENGANGGAP DIRI ANDA SEBAGAI PENGELOLA. DAN JIKA ANDA MEMILIKI CARA BERPIKIR YANG KEDUA INI, MAKA TANPA DI SURUH, TANPA DI KOTBAHIN, TANPA DIPAKSA, TANPA DIANCAM, DAN TANPA DIBERI JANJI INI DAN ITU, ANDA PASTI AKAN MEMBERI DENGAN SUKACITA BAHKAN TANPA IMBALAN APAPUN

SEMUA AKAN DITAMBAHKAN KEPADAMU


PERNAH MENDENGAR PERKATAAN FIRMAN: CARILAH DAHULU KERAJAAN ALLAH DAN KEBENARANNYA, MAKA SEMUANYA AKAN DITAMBAHKAN KEPADAMU. APA YANG ANDA TANGKAP DARI FIRMAN TERSEBUT? COBA SAYA SEBUTKAN: KITA HARUS MENDAHULUKAN TUHAN AGAR SEMUA KEBUTUHAN KITA DIPENUHI, KITA HARUS HIDUP DALAM FIRMAN SUNGGUH2 AGAR SEMUA HAL YANG KITA PERLUKAN DIPENUHI.

TAPI…. SAYA INGIN MEMBERIKAN SESUATU CARA BERPIKIR YANG AGAK BERBEDA TENTANG FIRMAN TERSEBUT:

JIKA DALAM KEHIDUPAN KITA TIDAK ADA SATUPUN YANG DITAMBAHKAN, MAKA PENCARIAN KITA KEPADA KERAJAAN ALLAH PASTI ADA YANG SALAH. SEBAB JIKA KITA MENCARI KERAJAAN ALLAH SUNGGUH2 MAKA SEMUA AKAN DITAMBAHKAN KEPADA KITA. ‘SEMUA’ DISINI TERMASUK PERUBAHAN HIDUP, KARAKTER, PRESTASI, JABATAN, PENGARUH, KEUANGAN, HUBUNGAN, PENGEMBANGAN DIRI, DAN MASIH BANYAK LAGI YANG TUHAN BERI UNTUK MENJANGKAU BANAK JIWA.

BAGAIMANA MENURUT ANDA?

RENUNGAN PASKAH: SEMAK DURI


Shalom,
Saya ingin membagikan tentang sedikit kebenaran tentang penderitaan Yesus. Salah satu yang sering kita saksikan baik di kotbah2, gambar2, dan film2 tentang penderitaan Yesus, selain salib, kita lebih sering mengingat tentang mahkota duri di kepala Yesus. Mari kita baca...

Matius 27: 29 Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala- Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan- Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan- Nya dan mengolok- olokkan Dia, katanya: " Salam, hai Raja orang Yahudi! "

Apa makna dari mahkota duri yang Yesus terima pada saat Dia dianiaya begitu rupa? Ketika saya berpikir, saya menemukan sebuah peristiwa tak terlupakan ribuan tahun lalu...

Kejadian 3: 18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh- tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;

Disitu jelas bahwa Adam dan Hawa, karena pemberontakan merekalah, maka apa yang mereka kerjakan hanya kesia2an. Bekerja siang dan malam tidak pernah mendapat hasil maksimal.

Namun syukur kepada Tuhan, bahwa semak duri yang merupakan hasil kutuk yang mestinya ditanggung oleh kita seumur hidup kita, telah ditanggung oleh Yesus. Artinya kita hidup dalam kepenuhan dan kelimpahan dalam segala hal dan apa yang kita kerjakan pasti berhasil.

Untuk ayat terakhir, saya akan tunjukkan kepada anda, apa yang terjadi jika kutuk semak duri itu dihapuskan dari hidup kita...

Ulangan 15: 4 Maka tidak akan ada orang miskin di antaramu, sebab sungguh TUHAN akan memberkati engkau di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk menjadi milik pusaka

Selamat Paskah, Tuhan memberkati
Musa Hendri Setiawan
CEO of MBT Indonesia
http://mbtindonesia.blogspot.com

Rabu, 21 Maret 2012

KARAKTER

Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku…
- King David

Rasa kagum dan hormat Bruce kepada Bapak A seketika berubah tatkala Bruce mengetahui tokoh panutan itu hidup tidak benar. Berbagai perilaku dan tindakan menyimpang yang selama ini hanya terdengar sebagai kabar burung ternyata terbukti sudah kebenarannya. Bahkan, Bapak A kemudian diseret ke meja hijau karena kasus penggelapan uang.
Benar kata orang bahwa ketika kita berkenalan dengan seseorang, kita akan menghormati dia karena pengetahuan, jabatan atau prestasinya. Namun seiring perjalanan waktu, hanya karakterlah yang membuat kita tetap bisa menghormatinya. Maka ketika seseorang kehilangan karakternya, bisa jadi ia akan kehilangan (hampir) segalanya.
John Luther berkata, “Karakter yang baik lebih layak dipuji daripada bakat yang luar biasa. Kebanyakan bakat adalah karunia. Karakter yang baik, sebaliknya tidak dianugerahkan kepada kita. Kita harus membangunnya keping demi keping melalui pemikiran, keputusan, keberanian dan kebulatan hati.” Singkatnya, karakter adalah pilihan hidup! Tentu komponen karakter ada begitu banyak, antara lain: kejujuran, integritas (apa yang diucapkan sama dengan yang dilakukan) dan disiplin.
Karakterlah yang membuat seseorang mendapatkan kepercayaan orang lain dan dengan demikian ia akan lebih mudah mempengaruhi orang lain. Tentu, menjadi pribadi berkarakter tidaklah mudah. Bahkan, kerap kali karakter asli seseorang baru terungkap pada masa-masa sulit. Misalnya, kalau ingin mengetahui kejujuran seseorang, berikan dia kekuasaan yang begitu besar yang dengan sangat mudah ia melakukan manipulasi. Jika ia bisa mengakhiri masa jabatannya dengan catatan bersih maka karakternya sungguh teruji. Ini sungguh bertolak belakang dengan mereka yang dulunya aktivis mahasiswa namun ketika menjabat kemudian melakukan perbuatan tercela.
Ketika masih menjadi jurnalis dulu, saya kenal seorang pejabat yang sangat bersih dan tidak mau neko-neko. Memang terkadang sikap ini membuatnya lonely memang terkadang seorang pemimpin harus bersedia lonely at the top (tentu masih banyak birokrat jujur di negeri ini, namun karena perilaku sebagian kecil oknum pejabat sering kali mencoreng wajah institusi pemerintahan). Sang pejabat ini suatu ketika disindir karena kebersihannya itu. Dengan santai ia hanya berkomentar, “Saya tidak sakit namun saya berada di tengah-tengah orang yang sakit!” Wow!
Apa yang dilakukan sang pejabat bersih ini barangkali mirip dengan ikan di lautan. Ya, ikan di lautan hidup di air asin namun ia tidak ikut-ikutan asin. Inilah yang disebut insulasi. Hidup di sebuah tempat namun tidak dipengaruhi situasi dan kondisi tempat tersebut. Namun, kalau mau jujur, seberapa banyak dari kita bisa menjadi seperti itu? Sikap memang menular. Sikap baik cepat menular namun sikap buruk jauh lebih cepat menular!
* Motivational speaker dan penulis buku-buku motivasi best seller (Reach Your Maximum Potential, The Power of Hope, Melejit di Usia Muda dan Be Strong). Dapat dihubungi melalui e-mail: pwinarto@cbn.net.id atau www.pauluswinarto.com.

TITANIC KEHIDUPAN

Titanic merupakan kapal terbesar dan termewah di zamannya dan oleh banyak orang diyakini ‘tak dapat tenggelam’. Dalam pelayaran perdananya dari Inggris ke New York City, kapal uap Inggris ini menabrak gunung es sekitar pukul 23.40 waktu setempat pada 14 April 1912.
Dua setengah jam kemudian, kapal raksasa ini pecah dan tenggelam. Sekoci di kapal ini hanya sanggup mengangkut setengah dari seluruh penumpang dan kru yang berjumlah 2.200 orang. Sekitar 1.500 nyawa melayang sia-sia di malam yang dingin itu.
Banyak yang beranggapan bahwa gunung es telah merobek kerusakan yang sebenarnya telah ada di lambung kapal. Ketika penyebab kecelakaan itu akhirnya terungkap di tahun 1985, air mata dari keluarga korban dan korban yang masih hidup tak terbendung lagi. Para peneliti menemukan bahwa lambung kapal yang terbuat dari baja menjadi rapuh di perairan beku Atlantik Utara, yang menjadikannya mudah patah ketika terjadi tumbukan. Ada yang menduga kapal Titanic melaju terlalu cepat di perairan yang dipenuhi gunung es.
Suatu malam, Yesus berjalan di atas air dan murid-Nya Petrus ingin bergabung dengan-Nya. Petrus meninggalkan perahu dan keadaanya baik-baik saja sampai ia melihat ke sekeliling dan menyadari kehadiran gelombang tinggi yang menggelora. Laut yang bergelora itu pun membuat Petrus menjadi takut dan mulai tenggelam (Baca: Matius 14:25-30).
Seperti Petrus, kita pun dapat mencapai hal-hal yang besar dengan bantuan Tuhan. Namun ketika kita justru melihat pada keadaan yang menakutkan di sekitar kita, iman kita pun goyah dan membuat kita merasa seperti tenggelam.
Di lain waktu, kita mulai memandang kepada kesuksesan dan mengabaikan kebutuhan untuk menjaga pertumbuhan rohani kita. Di saat itu, kita mungkin mulai merasa tidak dapat tenggelam, seperti Titanic.
Namun akan selalu ada bahaya tersembunyi yang dapat merusak kesaksian dan pelayanan kita. Satu-satunya cara yang aman untuk menavigasi hidup kita adalah dengan menjaga pandangan kita tetap tertuju kepada Yesus, bukan pada diri kita maupun lingkungan di sekitar kita. Tuhan akan membantu kita menyelesaikan perjalanan hidup kita, dan itu hanyalah puncak gunung es yang dapat kita lalui.

Sumber : Dianne Matthews

Minggu, 16 Oktober 2011

STEVE JOB AJA BER-AMERICA RIA

Pria setengah tua mengenakan kaos hitam panjang dengan celana blue jeans dan sepatu sport gaya America, siapa yang tidak kenal dengan transformer dunia yang satu ini, itulah Steve job, pendiri Apple sebuah perusahaan media komunikasi dunia yang sedang digandrungi saat ini.
Saya iri melihat beliau dengan mengenakan setelan seperti itu, yang saya berpikir sebelumnya bahwa beliau adalah seorang Amerika asli dari darah sampai tulangnya, ternyata beliau ialah orang keturunan Syria. Yang membuat aneh saya ialah, walaupun beliau menyadari bahwa dia merupakan keturunan Syria, dia tidak berpenampilan layaknya orang timur tengah dengan menggunakan pakaian putih panjang, sorban, jenggot yang panjang dan tebal...no! Steve Job ialah America sejati, bahkan lebih dari orang Amerika yang berdarah Amerika.
Sekarang mari lihat indonesia................
Banyak orang saya temukan dijalanan, memelihara jambang atau jenggotnya agar sangat lebat, memakai sorban putih, jubah putih panjang, mengenakan sandal jepit, berbicara dengan logat Arab yang sebenarnya hanyalah orang ndeso dari indonesia. Ketika saya berjalan di mall, saya melihat pria dan wanita berpakaian ala korea, dari model rambut, kacamata, baju, rok atau celana sampai sepatu, semua serba korea. Bahkan sekarang ada boyband ala korea, girlband ala korea, dan segala assesories ala korea yang lagi marak.
Parahnya.............
Di gereja juga menjadi trendsetter dari penampilan ala korea, padahal gereja harusnya menjadi penjaga atas bangsa termasuk penjaga kebudayaan asli indonesia yaitu batik dan kebaya. Saya tidak menyarankan kemana-mana pakai batik dan kebaya, namun kita bisa menjadikannya lebih kreatif dengan memodifikasinya sesuai dengan porsi masing-masing. Saya memimpikan sebuah gereja, ketika orang2 diluar berlomba mengikuti trend dunia, kita bertahan dan menjadi cagar budaya bagi bangsa2 bahwa kita adalah pemegang mandat budaya Indonesia. Bagaimana menurut anda?

SEBERAPA INDONESIA-NYA GEREJA ANDA?

Indonesia sejak lama mengalami penjajahan baik itu dari Inggris, Jepang, Belanda dan rongrongan dari dalam dengan berbagai peristiwa memilukan. Namun sekarang ini, khususnya gereja Tuhan juga mengalami penjajahan dengan gaya ibadah dan penyembahan kepada Tuhan. Saya mengamati, beberapa gaya ibadah di beberapa gereja menjadi sangat mirip dengan Hillsong, dengan gemerlap lampu diskotik dan rasanya kalau tidak begitu, hadirat Tuhan belum dirasakan. Ada pula yang mirip dengan Israel Houghton dari Joel Osteen ministry Amerika serikat, dengan gaya worship leader memegang gitar dan memimpin pujian penyembahan, dan rasanya kalau ngak begitu, ngak akan merasakan kehadiran Tuhan. Terakhir gereja-gereja Tuhan juga dijajah oleh True Worshipper, rasanya jika gaya penyembahan dengan banyak singer seperti Ture Worshipper-lah yang akan didengar Tuhan. Ini merupakan sebuah ciri bangsa budak, mengapa? Karena budak selalu menuruti kemauan tuannya dengan syarat kehilangan jati dirinya.
Sekarang kita bicara gereja, gereja harusnya menjadi oposite dari dunia tentang banyak hal termasuk gaya hidup, cara berpikir dan bertindak, namun sekarang gereja tidak ubahnya dengan sistem pemerintahan dunia bahkan lebih parah dari dunia. Gereja diumpamakan sebagai sapu untuk membersihkan kekotoran bangsa ini, namun apa jadinya jika sapu-nya sendiri saja kotor, sama artinya dengan orang buta menuntun orang buta kejalan yang tidak jelas.
Kadang sebelum bicara transformasi bangsa dengan kapasitas yang lebih besar, saya menyarankan untuk menanamkan semangat ke-indonesia-an kita terlebih dahulu. Belajar untuk memerahputih kan kehidupan kita didalam tindakan dan bergereja, jangan pernah meniru gaya menyembah dan beribadah bangsa lain, datanglah kepadaNya dengan orisinilitas anda sebagai orang Indonesia dihadapan Tuhan. Bagaimana menurut anda?